Selasa, 05 Desember 2017

ESSAY - MORAL YANG SEMAKIN TERGEROGOTI



MORAL YANG SEMAKIN TERGEROGOTI

Pendidikan adalah sebagai proses kermerdekan individu dalam kehidupan sosialnya. Pada perkembangan kehidupan manusia pendidikan justru mengekang dan masih banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Banyak tokoh pendidikan memperihatinkan banyak kesempatan dan rentang waktu yang panjang dalam masa lalu yang menjadi isu penting di masa yang akan datang. Ada semboyan yang mengatakan “anak-anak miskin dilarang sekolah” semboyan buat kaum miskin tertindas. Pada era globalisasi saat ini, pendidikan merupakan kebutuhan penting bagi suatu bangsa dan faktor utama untuk mencapai tenaga kerja yang terampil dan mandiri. Pendidikan memang menjadi tumpuan harapan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia untuk menghadapi proses globalisasi di hampir semua aspek kehidupan dalam persaingan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pendidikan adalah kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan sampai kapanpun dan dimanapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit untuk berkembang dan bahkan akan terbelakang dengan demikian pendidikan harus benar-benar diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, disamping memiliki budi pekerti dan moral yang baik. Untuk membentuk generasi muda yang cerdas berkarakter, bermoral, dan berkepribadian yang baik.
Nah disini ada krisis besar yang dihadapi Indonesia yang mempengaruhi kualitas pendidkan di Indonesia adalah krisis moral yang dapat merusak generasi muda Indonesia. Dampak globalisasi disini dapat memberikan dampak yang positif maupun dampak negatif terhadap manusia dan tidak dapat di pungkiri lagi bahwa hal ini dapat berdampak negatif bagi kerusakakan moral. Perkembangan teknologi terkadang dapat memicu adanya dampak negatif dari kemajuan teknologi jika digunakan pada orang yang  tepat. Misalnya video porno yang semakin mudah diakses di mana saja dan kapan saja dengan menggunakan smartphone dengan internet. Dari situ dapat memudarkan kualitas keimanan seseorang. Ketika keimanan seseorang menurun hal ini sangat berbahaya bagi moral, jika dibiarkan tentu membuat masalah yang semakin kronis dapat merusak citra individu dan institusi bahkan negara sekalipun.
Faktor yang menyebabkan kerusakan moral yaitu kemajuan teknologi, pengaruh lingkungan. Sudah jelas disini bahwa pengaruh yang paling besar untuk merusak moral adalah kemajuan teknologi yang di salah gunakan oleh orang yang tidak bertanggu jawab. Tetapi adanya pengaruh dari lingkungan tempat tinggal dan pergaulan bebas juga bisa merusak moral generasi muda bahkan orang tua sekalipun. Disitu dapat menggerogoti nilai moral yang harusnya di junjung tinggi tetapi malah terkikis sedikit demi sedikit dan lama kelamaan akan menghilang, padahal nilai moral yang harus dijunjung tinggi di dalam diri kita.
Ketika nilai moral tersebut telah menghilang ataupun tak dapat lagi dijunjung maka bersiaplah, bangsa ini tak lama lagi akan hancur. Generasi penerus bangsa yang diharapkan mampu membawa perubahan pada negeri malah menghancurkannya, merusaknya, tanpa rasa sadar diri bahwa apa yang mereka lakukan itu salah. Kalau mereka sadar apa yang mereka perbuat itu salah, harusnya segera berhenti dan segera melakukan perbaikan. Bukannya malah makin menghancurkan. Negeri ini tidak akan pernah bisa maju jika, masih memiliki penerus-penerus yang menghancurkan negeri ini dari dalam, yang tidak memiliki sopan santun terhadap yang tua dan yang muda ataupun sebayanya, yang masih apatis akan lingkungan hijaunya, yang masih gila harta, korupsi dimana-mana.
Peran penting orang terdekat untuk mencegah terjadinya krisis moral di era globalisasi. Orang  sangat mempengaruhi seperti orang tua, guru dan teman pergaulannya. disini lah kita dapat saling mengingatkan dengan cara orang tua menyuruh anak untuk bersekolah agar membentuk moral yang baik, guru juga harus memberi pengajaran yang baik dan benar serta memberi contoh yang baik, dan memilih teman pergaulan yang dapat membimbing untuk dapat membentuk moral yang baik.
Memang, telah ada yang melakukan usaha – usaha untuk perubahan tersebut. Tapi masih segelintir saja. Sedangkan pertumbuhan akan kerusakan moral tersebut sangat cepat dan usaha perubahan yang dijalankan tidak bisa menyainginya. Untuk itulah, siapapun itu orangnya berhak melakukan perubahan dengan cara saling mengingatkan pada hal-hal yang benar. Itulah, satu langkah sederhana yang bisa kita terapkan sekarang. Dengan harapan negeri ini makmur berlandaskan pancasila dan bhinneka tunggal ika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar