MORAL YANG SEMAKIN TERGEROGOTI
Pendidikan
adalah sebagai proses kermerdekan individu dalam kehidupan sosialnya. Pada perkembangan
kehidupan manusia pendidikan justru mengekang dan masih banyak dipengaruhi oleh
lingkungan. Banyak tokoh pendidikan memperihatinkan banyak kesempatan dan
rentang waktu yang panjang dalam masa lalu yang menjadi isu penting di masa
yang akan datang. Ada semboyan yang mengatakan “anak-anak miskin dilarang
sekolah” semboyan buat kaum miskin tertindas. Pada era globalisasi saat ini,
pendidikan merupakan kebutuhan penting bagi suatu bangsa dan faktor utama untuk
mencapai tenaga kerja yang terampil dan mandiri. Pendidikan memang menjadi
tumpuan harapan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia
untuk menghadapi proses globalisasi di hampir semua aspek kehidupan dalam
persaingan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pendidikan
adalah kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan sampai
kapanpun dan dimanapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab
tanpa pendidikan manusia akan sulit untuk berkembang dan bahkan akan
terbelakang dengan demikian pendidikan harus benar-benar diarahkan untuk
menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, disamping memiliki
budi pekerti dan moral yang baik. Untuk membentuk generasi muda yang cerdas
berkarakter, bermoral, dan berkepribadian yang baik.
Nah
disini ada krisis besar yang dihadapi Indonesia yang mempengaruhi kualitas
pendidkan di Indonesia adalah krisis moral yang dapat merusak generasi muda Indonesia.
Dampak globalisasi disini dapat memberikan dampak yang positif maupun dampak
negatif terhadap manusia dan tidak dapat di pungkiri lagi bahwa hal ini dapat
berdampak negatif bagi kerusakakan moral. Perkembangan teknologi terkadang dapat
memicu adanya dampak negatif dari kemajuan teknologi jika digunakan pada orang
yang tepat. Misalnya video porno yang
semakin mudah diakses di mana saja dan kapan saja dengan menggunakan smartphone
dengan internet. Dari situ dapat memudarkan kualitas keimanan seseorang. Ketika
keimanan seseorang menurun hal ini sangat berbahaya bagi moral, jika dibiarkan
tentu membuat masalah yang semakin kronis dapat merusak citra individu dan
institusi bahkan negara sekalipun.
Faktor
yang menyebabkan kerusakan moral yaitu kemajuan teknologi, pengaruh lingkungan.
Sudah jelas disini bahwa pengaruh yang paling besar untuk merusak moral adalah
kemajuan teknologi yang di salah gunakan oleh orang yang tidak bertanggu jawab.
Tetapi adanya pengaruh dari lingkungan tempat tinggal dan pergaulan bebas juga
bisa merusak moral generasi muda bahkan orang tua sekalipun. Disitu dapat menggerogoti
nilai moral yang harusnya di junjung tinggi tetapi malah terkikis sedikit demi
sedikit dan lama kelamaan akan menghilang, padahal nilai moral yang harus
dijunjung tinggi di dalam diri kita.
Ketika
nilai moral tersebut telah menghilang ataupun tak dapat lagi dijunjung maka
bersiaplah, bangsa ini tak lama lagi akan hancur. Generasi penerus bangsa yang
diharapkan mampu membawa perubahan pada negeri malah menghancurkannya,
merusaknya, tanpa rasa sadar diri bahwa apa yang mereka lakukan itu salah.
Kalau mereka sadar apa yang mereka perbuat itu salah, harusnya segera berhenti
dan segera melakukan perbaikan. Bukannya malah makin menghancurkan. Negeri ini
tidak akan pernah bisa maju jika, masih memiliki penerus-penerus yang
menghancurkan negeri ini dari dalam, yang tidak memiliki sopan santun terhadap
yang tua dan yang muda ataupun sebayanya, yang masih apatis akan lingkungan
hijaunya, yang masih gila harta, korupsi dimana-mana.
Peran
penting orang terdekat untuk mencegah terjadinya krisis moral di era
globalisasi. Orang sangat mempengaruhi seperti
orang tua, guru dan teman pergaulannya. disini lah kita dapat saling mengingatkan
dengan cara orang tua menyuruh anak untuk bersekolah agar membentuk moral yang
baik, guru juga harus memberi pengajaran yang baik dan benar serta memberi
contoh yang baik, dan memilih teman pergaulan yang dapat membimbing untuk dapat
membentuk moral yang baik.
Memang,
telah ada yang melakukan usaha – usaha untuk perubahan tersebut. Tapi masih
segelintir saja. Sedangkan pertumbuhan akan kerusakan moral tersebut sangat
cepat dan usaha perubahan yang dijalankan tidak bisa menyainginya. Untuk
itulah, siapapun itu orangnya berhak melakukan perubahan dengan cara saling
mengingatkan pada hal-hal yang benar. Itulah, satu langkah sederhana yang bisa
kita terapkan sekarang. Dengan harapan negeri ini makmur berlandaskan pancasila
dan bhinneka tunggal ika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar